Powered By Blogger

Kamis, 03 April 2014

CSS



CSS
CSS merupakan singkatan dari Cascading Style Sheet. Menurut wikipedia, CSS adalah aturan untuk mengendalikan beberapa komponen dalam sebuah web sehingga akan lebih terstruktur dan seragam. CSS bukan merupakan bahasa pemograman. Css saat ini di kembangkan oleh World Wide Web Consortium atau yang biasa lebih dikenal dengan istilah
W3C. Css bukan menggantikan kode html, tetapi hanya di fungsikan sebagai penopang atau pendukung dari file html yang berperan dalam penataan kerangka dan layout web.
1. Aturan Penulisan CSS
Prinsip dasar penggunaan CSS di dalam dokumen HTML adalah untuk menyediakan style yang digunakan untuk mengatur bagian-bagian HTML. Contoh, suatu style dapat di pakai untuk mengatur jenis, ukuran, dan bahkan warna suatu teks. Style mengandung dua bagian yaitu selektor dan deklarasi propertiSelektor untuk menyatakan bagian dalam HTML yang akan diatur melalui style. Sedangkan properti untuk menyatakan sifat dalam tag HTML yang diatur melalui style.
Sintaks penulisannya :
Selektor
Mengawali deklarasi Properti
h1 {
Sebuah Style
background-color:#9933FF;
}
Nilai untuk backround-color
Nama Properti
Mengakhiri bagian Properti
2. Css Bersifat Case Sensitive
Maksud case sensitive disini membedakan huruf kapital dan huruf kecil. Hal ini penting diketahui karena kalau kita ingin menulis nama kelas atau nama ID dalam style. Contoh :
.nim {
. . .
}
Maka nim akan dibedakan dengan Nim ataupun NIM.
Untuk memberikan nama dalam CSS misalnya untuk nama kelas atau nama ID agar mudah dipahami gunakan penamaan yang mengandung makna dan mudah dipahami oleh orang.Contoh :
nama seperti warnaMerah lebih baik dari pada wmr.
warnaMerah bisa juga ditulis menjadi warna-merah atau warna_merah.
Tanda minus (-) ataupun garis bawah ( _ ) boleh dipakai untuk nama.
Namun yang perlu di ingat, warnaMerah, warna-merah, warna_merah adalah tiga nama yang berbeda.
Penulisan nama boleh menggunakan angka, tetapi spasi atau tanda-tanda lain tidak boleh digunakan untuk nama.
3. Komentar
Komentar adalah suatu bagian dalam kode yang diperlakukan bukan sebagai kode, melainkan berfungsi sebagai keterangan bagi pembaca kode. Pada dokumen HTML, komentar diawali dengan <!-- dan diakhiri dengan -->. Adapun pada CSS, komentar ditulis dengan awalan /* dan diakhiri */.
Sintaks Penulisannya:
/*
Isi komentar
*/
4. Cara Menggunakan CSS
Untuk menggunakan CSS, ada 3 cara yang bisa kita gunakan yaitu Embedded Style Sheet,
Inline Style Sheet, dan Linked Style Sheet.
4.1 Embedded Style Sheet
Embedded Style Sheet adalah cara penulisan kode dimana penulisan CSS dilakukan pada tag HTML, yaitu pada tag <style> ... </style> dan sebelum tag <body>. Pada tag tersebut akan disisipkan kode CSS yang akan digunakan oleh tag HTML.
Sintaks penulisannya :
<style type="text/css">
<!—Atribut CSS -->
</style>
latihan1.html
<!DOCTYPE HTML> <html>
<head>
<title>Latihan 1</title>
<style type="text/css">
/* Ini Selektor h1 di jadikan sebuah komentar h1{
background-color:purple;
}
*/
body{ background-color:blue; color:white;
}
h1{ text-align:center;
}
p{ text-align:right; font-size:18px; font-weight:bold; color:yellow;
}
hr{
color:red;
}
</style>
</head>
<body>
<h1>=|| TOKO PAKAIAN MURAH MERIAH ||=</h1> <p>Jl.Gratis No.008, Condong Catur, Sleman<br/> Yogyakarta
</p> <hr /> </body> </html>
4.2 Inline Style Sheet
Inline Style Sheet adalah cara penggunaan CSS langsung pada tag HTML yang di butuhkan
saja. Cari ini dilakukan umumnya dikarenakan hanya sedikit properti yang dibutuhkan.
Sintaks penulisannya :
<tag HTML style=”Properti:value/nilai”> ... </tag HTML>
latihan2.html
<!DOCTYPE HTML>
<html>
<head>
<title>Latihan 2</title> </head>
<body>
<h1 style="background-color:red; color:white; text- align:center">Belajar Pemrograman Web CSS</h1>
<p style="border:1px solid">
CSS adalah aturan untuk mengendalikan beberapa komponen dalam sebuah web sehingga akan lebih terstruktur dan seragam. CSS bukan merupakan bahasa pemograman.
</p>
<p>CSS merupakan singkatan dari Cascading Style Sheet.</p> </body>
</html>
4.3 Linked Style Sheet
Linked Style Sheet adalah cara yang dianjurkan untuk menggunakan kode css dengan HTML. Metode ini merupakan cara pengerjaan dimana antara kode css dan HTML di pisahkan. Untuk menggunakan kode css yang telah dipisahkan ini, maka dalam kode html dibuat skrip yang isinya adalah memanggil file css tersebut untuk digunakan dalam kode html. Untuk me-link/memanggil kode css di dalam kode html, bisa menggunakan kode berikut.
Sintaks penulisannya :
<link rel=”stylesheet” href=”namafile.css” type=”text/css”>
latihan3.html
<!DOCTYPE HTML> <html>
<head>
<title>Latihan 3</title>
<link rel="stylesheet" href="style.css" type="text/css" /> </head>
<body>
<h1>TANAMAN HIAS BUNGA</h1> <h2>ANGGREK</h2>
<p>Suku anggrek-anggrekan atau Orchidaceae merupakan satu suku tumbuhan berbunga dengan anggota jenis terbanyak. Jenis-jenisnya tersebar luas dari daerah tropika basah hingga wilayah sirkumpolar, meskipun sebagian besar anggotanya ditemukan di daerah tropika.</p>
</body>
</html>
style.css
body{
background:url(latar.jpg); font-family:Georgia;
}
h1{ background-color:purple; text-align:center; color:white;
}
h2{
color:red; font-size:25px;
}
p{ margin-left:50px; color: blue; font-size:24px;
}
5. Jenis-Jenis Selektor
Selektor atau pemisah dalam CSS, dibagi menjadi beberapa bagian, antara lain:
5.1 Tag / elemen HTML
Menggunakan tag yang terdapat pada HTML. Setiap tag yang ada dalam HTML bisa dijadikan selector.
Contoh :
h1 { color:black;
}
5.2 kelas
Penggunaan selektor kelas akan diawali pengan tanda titik ( . ) di awal penulisannya, kemudian pada tag HTML ditambahkan class = (nama kelas).
Contoh :
.isi{ font-family:arial; font-size:30px; color:blue;
}
5.3 ID
Selektor ID digunakan untuk mendefinisikan tag secara individual atau spesifik. Penggunaan selector ID akan diawali dengan tanda pagar ( # ).
Contoh :
#atas { background-color:red; color:white; font-size:50px; text-align:center;
}
Style diatas akan digunakan oleh tag yang mengandung identitas khusus header, misalnya: <div id = “atas”>
6. Grouping Element
Tag DIV dan SPAN digunakan untuk mengelompokkan element-element HTML. Span digunakan untuk mendefinisikan inline content, sementara div digunakan untuk block level content. Perbedaan dari kedua tag tersebut adalah sebagai berikut:
Tag div akan membagi halaman web secara otomatis meskipun di dalam tag div tersebut tidak diatur format stylenya (css).
Tag span hanya akan mengatur konten/isi yang dilingkupinya tanpa membagi halaman web ke dalam bagian-bagian kecil (seperti yang dilakukan tag div).
latihan5.html
<!DOCTYPE HTML> <html>
<head>
<title>Latihan 5</title>
<style type="text/css"> div{ font-family:verdana; color:#0000FF; background-color:#FFFF00; font-size:36px; text-align:center; width:800px;
}
</style>
</head>
<body>
<div>
<p>Ini Contoh Penggunaan DIV</p> </div>
<span style="font:Arial; color:#FF0000; font-size:24px">Ini Contoh dalam Span dengan warna merah</span>
</body>
</html>

Rabu, 12 Maret 2014

HTML (HYPERTEXT MARKUP LANGUAGE)

Assalamuallaikum wr.wb


HTML (HYPERTEXT MARKUP LANGUAGE)


HTML (hypertext markup language) merupakan suatu format yang digunakan dalam
pembuatan dokumen dan aplikasi yang berjalan di halaman web. HTML dirancang untuk
digunakan tanpa tergantung pada suatu platform tertentu. Dokumen HTML adalah suatu
dokumen teks biasa dan disebut markup language karena menggunakan tanda-tanda
tertentu yang disebut tag untuk mengatur bagaimana suatu dokumen ditampilkan pada
browser.
Pada mulanya HTML didesain untuk menjadi sebuah bahasa yang menggambarkan suatu
struktur dokumen yang tidak terikat pada perangkat keras dan perangkat lunak tertentu.
Tetapi dalam penggunaannya, HTML menjadi semacam bahasa untuk mengatur format
tampilan dokumen saja. HTML dirasakan sangat terbatas untuk mendukung pembuatan
aplikasi-aplikasi rumit pada website.
Untuk membuat program aplikasi yang berjalan di atas web, Anda harus terlebih dahulu
menguasai HTML. Saat ini telah banyak terdapat paket aplikasi yang dapat digunakan untuk
membuat halaman web secara WYSIWYG (what you see is what you get) seperti Microsoft
FrontPage, Macromedia DreamWeaver, Netscape Composer dan sebagainya, yang
memudahkan Anda untuk merancang suatu halaman web tanpa harus menguasai tag-tag
HTML. Akan tetapi untuk menjadikan halaman web Anda lebih dinamis dan lebih interaktif,
penguasaan terhadap terhadap tag-tag HTML akan sangat diperlukan.
Untuk membuat situs web yang dinamis dan interaktif, tidak cukup dengan mengandalkan
HTML saja, terlebih lagi dalam membangun suatu web database. Anda akan melibatkan
bahasa scripting seperti PHP, ASP, JavaScript, dan sebagainya. Dalam bahasa scripting,
script diletakkan di antara tag-tag HTML, sehingga tanpa penguasaan terhadap tag-tag
HTML tentu saja Anda tidak akan tahu dimana akan meletakkan suatu script di dalam suatu
dokumen HTML. Sebaliknya banyak tag HTML yang dimasukkan di dalam suatu script,
misalnya untuk pindah baris, membuat tabel, memasukkan gambar, link, dan untuk keperluan
lainnya. Tentu saja Anda harus mengetahui tag apa saja yang diperlukan untuk keperluan
tersebut.


STRUKTUR DASAR HTML


HTTP (hypertext transfer protocol) merupakan protokol yang digunakan untuk mentransfer
data antara web server ke web browser. Protokol ini mentransfer dokumen-dokumen web
yang ditulis atau berformat HTML.
Dikatakan markup language karena HTML berfungsi untuk memformat file dokumen teks
biasa untuk bisa ditampilkan pada web browser sesuai keinginan. Hal tersebut dapat
dilakukan dengan menambahkan elemen atau sering disebut sebagai tag.
Elemen HTML biasanya berupa tag-tag yang berpasangan dan setiap tag ditandai dengan
simbol “<” dan “>”. Pasangan dari sebuah tag ditandai dengan simbol ” / “. Misalnya
pasangan dari tag <contoh> adalah </contoh>. Dalam hal ini <contoh> disebut sebagai
elemen dan biasanya dalam suatu elemen terdapat atribut-atribut untuk mengatur elemen itu.
Jadi misalnya elemen <contoh> bila ditulis dengan atributnya adalah sebagai berikut:
<contoh atribut1=”nilai_atribut1” atribut2=”nilai_atribut2” . . . >
Dalam penulisan tag HTML tidak bersifat case sensitive, artinya penggunaan huruf kecil
ataupun kapital tidak menjadi masalah. Script HTML dapat dituliskan dalam text editor seperti
Notepad, kemudian disimpan dengan ekstensi .htm atau .html. Untuk mengeksekusi file
HTML dapat dilakukan dengan menggunakan browser seperti Internet Explorer atau
Netscape Navigator melalui menu File|Open, kemudian browse ke lokasi dan nama file
dimana file HTML disimpan.



Minggu, 23 Februari 2014

PELUANG USAHA MENDIRIKAN TEMPAT FUTSAL

Hello selamat datang SAHABAT
Amikom.ac.id

Diriku mau menjelaskan sedikit tentang bagaimana mengelola atau membuat usaha Futsal . Langsung saja .


  #TUJUAN USAHA
  •  MENJADIKAN AJANG PENCARIAN BAKAT TALENTA-TALENTA PESEPAK BOLA

  • žINTI TUJUAN INI JUGA UNTUK MENCARI KEUNTUNGAN   

    #LAYANAN DAN USAHA

  •  MENGEDEPANKAN FASILITAS DAN KEAMANAN YANG BAIK
  • ORGANISASI KERJA YANG TERTATA
  • MEMBERIKAN FASILITAS YANG MEMUASKAN
  • FREE HOTSPOT,RUANG TUNGGU,MOSHOLA,TOILET DAN PARKIRAN YANG LUAS  

     #DESAIGN LAPANGAN



     #MODAL USAHA


  •     MODAL YANG DIBUTUHKAN SEKITAR RP.500.000.000,- JUTA
  •    HARGA
 INDOOR :
-SIANG          : ( 09:00-15:00)= Rp. 50.000,- /jam 
-MALAM       : (15:00-23:00) = Rp. 75.000,-/jam
-WEEKEND  : Rp. 65.000,-/jam
OUTDOOR :
-(SIANG,MALAM,WEEKEND) :Rp. 75.000,-/jam 

Itu hanya sekedar planning sob :) , yang aslinya mungkin lebih dari itu , mungkin postingan sayakurang menarik tapi semoga bisa memberikant pengetahuan dan motivasi untuk bekal sobat memperbaiki hidup. TRIMA KASIH ...............